Skip to main content

Ini, Sabuk Atau Ikat Pinggang Kepolisian

Jenis Sabuk

Tidak hanya tentara TNI dan kedinasan yang lain, seorang polisi di institusi Kepolisian juga menggunakan sabuk sebagai kelengkapan seragamnya.  Ada beberapa jenis sabuk yang di kenakan, mulai dari sabuk kecil dengan webing sebagai bahan utama talinya dan ada juga beberapa jenis kopelrim mulai dari kopelrim yordan hingga kopelrim kulit.  Kopel yordan menggunakan webing yang lebih lebar dengan masing-masing ujung sabuk terdapat pengait dari plat berbahan besi atau kuningan.  

Sedangkan kopel kulit biasa di gunakan oleh polisi lalu lintas atau yang lebih kita sering dengar sebagai Polantas tersebut di buat dari kulit baik kulit asli maupun kulit imitasi. Untuk sabuk webing, biasnya jenis sabuk ini di gunakan sebagai seragam PDH atau kelengkapan dari Pakaian Dinas Harian. Maka dari itu, sabuk untuk kelengkapan Pakaian Dinas Harian juga di sebut sabuk PDH.  Sedangkan untuk kopelrim kulit biasa di gunakan oleh Polisi Lalu Lintas atau yang biasa di sebut dengan polantas.

Definisi

Sebagaimana kita ketahui bersama, sabuk memang merupakan barang yang sudah tidak asing lagi di sekitar kita. Akan tetapi, tidak banyak yang tahu akan definisi sabuk atau ikat pinggang ini.  Artikel sabuk di Refreshop.Net menyebutkan bahwa sabuk bisa di artikan sama dengan ikat pinggang yang berupa pita fleksibel yang biasanya terbuat dari kulit atau pakaian keras dan dikenakan di sekitar pinggang yang berfungsi mengikat celana atau pakaian lain serta berfungsi tambahan untuk gaya dan mode. 


Bahan Baku

Bahan dari sabuk PDH ataupun sabuk PDL yang biasa di kenakan oleh polisi adalah plat besi ataupun kuningan pada kepala sabuknya.  Meskipun demikian, amat jarang penggunaan plat besi apalagi bila di pergunakan untuk pemesanan dalam jumlah besar. Bisa di pastikan untuk kebutuhan jatah biasanya di pergunakan plat berbahan kuningan yang lebih bagus dan lebih awet warna kuningnya. Hal ini berbeda bila sabuk menggunakan bahan besi yang mudah pudar warnanya karena besi masih bisa berkarat dan bahan kuningan sama sekali tidak bisa berkarat meskipun warna kuningnya bisa sedikit memudar. Akan tetapi hal itu masih bisa di siasati dengan penggunaan lapisan coating atau sepuh emas agar warna bisa terus kuning dan mengkilap.


Ketebalan Plat

Ketebalan plat kuningan yang di gunakan pun juga memiliki ketebalan yang cukup baik yaitu pada kirasan 1mm hingga 1,2 mm.  Hal ini bisa di maklumi karena semakin tebal plat yang di gunakan akan semakin bagus hasil sabuk yang di produksi. Selain lebih awet karena bentuk kepala tidak mudah penyok, secara fisik kepala sabuk juga akan lebih kokoh bila plat yang di gunakan lebih tebal.

Comments

Popular posts from this blog

Produsen Sabuk

Hampir setiap instansi menggunakan seragam dalam bertugas sehari-harinya. Baik untuk sekolah, instansi kedinasan maupun kemiliteran menggunakan sabuk untuk kelengkapan seragamnya.  Bila Anda membutuhkan sabuk dalam jumlah banyak atau eceran, silahkan hubungi kami di 081 334 82 9393  untuk informasi lebih lanjut. Kami adalah produsen sabuk yang berpengalaman membuat aneka macam jenis sabuk atau yang biasa di sebut dengan gesper tersebut. Mulai dari sabuk TNI, Sabuk Polisi, Sabuk Linmas, Sabuk Tentara, Sabuk Sekolah, Sabuk Hansip yang mengunakan bahan logam sebagai bahan utama dari kepala sabuknya. Kepala sabuk dengan menggunakan alat press hidrolis dengan cetakan khusus sehingga hasil yang di dapat benar-benar presisi.  Begitupun dengan ujung sabuknya, logam yang di desain sedemikian rupa juga di sematkan agar tidak tajam dan mengenai penggunanya. Tali yang di gunakan menggunakan webing dari benang serat nylon yang di tenun dengan menggunakan mesin tenun khusus sehingga t

Seperti ini, Sabuk PDH Untuk TNI, Polisi, dan Kedinasan

Sabuk/ikat pinggang PDH merupakan salah satu dari atribut seragam PDH (Pakaian Dinas Harian) yang biasa dipakai pada hampir semua instansi baik pemerintahan seperti  POLRI, TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Pemda, Linmas/Hansip, Departemen Perhubungan,  Departemen Kehutanan, Kejaksaan dan lain-lain. Tidak hanya instansi pemerintah, instansi swasta pun menggunakan sabuk PDH ini dalam dinas sehari-hari, seperti security/satpam. SAbuk/ikat pinggang PDH ini berbeda dengan ikat pinggang PDL atau yang biasa disebut Kopel, baik dari ukuran sabuk/ikat pinggang, logam yang digunakan maupun modelnya, meskipun keduanya sama-sama menggunakan bahan nylon. Ukuran sabuk PDH lebih kecil daripada Kopel Rim, yaitu hanya selebar sekitar 3,1mm sedangkan pada kopel/ikat pinggang PDL berukuran sekitar 5,7mm. Sedangkan untuk panjang sabuk PDH yang biasa digunakan adalah sekitar 110cm-115cm. Untuk logam yang digunakan pada sabuk PDH juga berukuran lebih kecil daripada ikat pin

Kenapa sekarang sabuk kuningan tidak perlu di braso?

Kalau dulu, biar tetap mengkilap kepala sabuk dengan bahan kuningan harus rutin di braso agar tetap mengkilap. Jadi, bila ingin selalu kondisi mengkilap maka proses pembrasoan harus rutin juga di lakukan. Tak heran kalau mungkin seorang tentara akan sangat akrab dengan braso. Terlebih bila di bagian logo instansi yang cukup detail sehingga ada rongga-rongga yang cukup sulit untuk di braso. Bila proses pembrasoan tidak maksimal maka akan rongga-rongga tersebut akan terlihat tidak bersih karena cukup sulit untuk di jangkau oleh lap. Namun itu semua tentu sangat merepotkan. Akan ada waktu terbuang cukup banyak hanya untuk membraso perlengkapan kedinasan sepperti sabuk dan lain sebagainya. Apalagi yang aksesorisnya cukup banyak. Maka akan lebih banyak lagi wakatu yagn di butuhkan untuk perawatan aksesoris-aksesoris tersebut. Maka dari itu, sekarang ini aksesoris fashion seperti sabuk atau ikat pinggang tidak perlu di braso. Apakah bisa? Bisa saja. Meskipun tetap menggunakan kuningan asli,