Skip to main content

Inilah, Sabuk Sekolah Atau Gesper Kuningan

Buat yang pernah bersekolah di sekolah kedinasan atau sekolah kejuruan umum baik negeri maupun swasta pasti pernah melihat bagaimana model dari sabuk gesper yang terbuat dari bahan kuningan. 




Ikat pinggang seperti ini talinya menggunakan bahan kain webing sebagai bahan talinya. Webing tersebut di buat dengan serat nylon atau serat polyster yang di tenun dengan mesin tenun khusus sehingga di dapat rajutan sabuk dengan model seperti pita dengan ketebalan yang sudah di setel sebelumnya.  Sedangkan warna dari webing yang di inginkan bisa warn putih, warna hitam ataupun warna yang lainnya sesuai dengan pesanan.

Jadi berbeda dengan sabuk sekolah berlogo yang di buat dari bahan pvc sebagai tali sabuknya. Sebelum di pasangkan dengan kepala sabuknya, ujung webing akan di pasang kuningan agar webing tidak terjerabut dan tetap rapi dan mudah saat di masukkan ke dalam kepala sabuknya.

Meskipun sama-sama berlogo, sabuk dari kuningan sama sekali berbeda proses pembuatannya dengan ikat pinggang berlogo yang terbuat dari resin.  Pada sabuk kuningan, kepala sabuknya di cap dengan mesin hidrolis khusus dengan matras/cetakan sehingga hasil cap sama dengan cetakan yang di inginkan. Pada proses pembuatan matras ini paling tidak memerlukan waktu hingga satu minggu hingga jadi sesuai dengan logo instansi/sekolah yang telah di pesan sebelumnya.

Setelah kepala jadi, maka kuningan akan di poles agar mengkilap dan siap untuk di rangkai dengan webing. Dalam pemolesan kepala sabuk seperti ini sebenarnya juga ada beberapa macam. Ada yang cuma sekali di poles saja sehingga mengkilap dan ada pula yang masih di lapisi cairan coating agar tetap mengkilap dan tahan lama. 

Selain itu, untuk beberapa permintaan semisal sabuk kuningan untuk polisi dan TNI juga ada yang di sepuh emas dengan menggunakan electro platting sehingga warna kuningan yang di hasilkan benar-benar kuning keemasan. Tapi tentu saja, sabuk dengan pemolesan dan penanganan lebih seperti ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi dan harganya juga akan lebih mahal dari pada sabuk yang di poles biasa.

Akan tetapi, sabuk yang hanya di poles biasa mempunyai beberapa kelemahan di bandingkan dengan yang di lapisi coating atau di sepuh emas. Sabuk yang hanya di poles saja akan kembali pudar warna mengkilapnya di karenakan proses oksidasi langsung dengan oksigen.  Jadi, agar sabuk mengkilap kembali pengguna harus merawatnya dengan memberikan cairan seperti braso dan mengelapnya agar kembali mengkilap.

Untuk mendapatkan sabuk sekolah dengan kepala kuningan seperti ini Anda bisa mendapatkannya di toko perlengkapan TNI Polri atau bisa juga memesan langsung ke produsen sabuk. Bila di kota Anda mungkin tidak ada produsen ikat pinggang yang Anda temui, silahkan hubungi kami via telp/sms/wa di 081 334 82 9393 dan kami akan membantu Anda membuatkan aneka sabuk kuningan sesuai dengan pesanan Anda. Jangan khawatir dengan harga karena kami akan memberikan harga diskon spesial bila pemesanan dalam jumlah banyak.

Comments

Popular posts from this blog

Produsen Sabuk

Hampir setiap instansi menggunakan seragam dalam bertugas sehari-harinya. Baik untuk sekolah, instansi kedinasan maupun kemiliteran menggunakan sabuk untuk kelengkapan seragamnya.  Bila Anda membutuhkan sabuk dalam jumlah banyak atau eceran, silahkan hubungi kami di 081 334 82 9393  untuk informasi lebih lanjut. Kami adalah produsen sabuk yang berpengalaman membuat aneka macam jenis sabuk atau yang biasa di sebut dengan gesper tersebut. Mulai dari sabuk TNI, Sabuk Polisi, Sabuk Linmas, Sabuk Tentara, Sabuk Sekolah, Sabuk Hansip yang mengunakan bahan logam sebagai bahan utama dari kepala sabuknya. Kepala sabuk dengan menggunakan alat press hidrolis dengan cetakan khusus sehingga hasil yang di dapat benar-benar presisi.  Begitupun dengan ujung sabuknya, logam yang di desain sedemikian rupa juga di sematkan agar tidak tajam dan mengenai penggunanya. Tali yang di gunakan menggunakan webing dari benang serat nylon yang di tenun dengan menggunakan mesin tenun khusus sehingga t

Seperti ini, Sabuk PDH Untuk TNI, Polisi, dan Kedinasan

Sabuk/ikat pinggang PDH merupakan salah satu dari atribut seragam PDH (Pakaian Dinas Harian) yang biasa dipakai pada hampir semua instansi baik pemerintahan seperti  POLRI, TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Pemda, Linmas/Hansip, Departemen Perhubungan,  Departemen Kehutanan, Kejaksaan dan lain-lain. Tidak hanya instansi pemerintah, instansi swasta pun menggunakan sabuk PDH ini dalam dinas sehari-hari, seperti security/satpam. SAbuk/ikat pinggang PDH ini berbeda dengan ikat pinggang PDL atau yang biasa disebut Kopel, baik dari ukuran sabuk/ikat pinggang, logam yang digunakan maupun modelnya, meskipun keduanya sama-sama menggunakan bahan nylon. Ukuran sabuk PDH lebih kecil daripada Kopel Rim, yaitu hanya selebar sekitar 3,1mm sedangkan pada kopel/ikat pinggang PDL berukuran sekitar 5,7mm. Sedangkan untuk panjang sabuk PDH yang biasa digunakan adalah sekitar 110cm-115cm. Untuk logam yang digunakan pada sabuk PDH juga berukuran lebih kecil daripada ikat pin

Kenapa sekarang sabuk kuningan tidak perlu di braso?

Kalau dulu, biar tetap mengkilap kepala sabuk dengan bahan kuningan harus rutin di braso agar tetap mengkilap. Jadi, bila ingin selalu kondisi mengkilap maka proses pembrasoan harus rutin juga di lakukan. Tak heran kalau mungkin seorang tentara akan sangat akrab dengan braso. Terlebih bila di bagian logo instansi yang cukup detail sehingga ada rongga-rongga yang cukup sulit untuk di braso. Bila proses pembrasoan tidak maksimal maka akan rongga-rongga tersebut akan terlihat tidak bersih karena cukup sulit untuk di jangkau oleh lap. Namun itu semua tentu sangat merepotkan. Akan ada waktu terbuang cukup banyak hanya untuk membraso perlengkapan kedinasan sepperti sabuk dan lain sebagainya. Apalagi yang aksesorisnya cukup banyak. Maka akan lebih banyak lagi wakatu yagn di butuhkan untuk perawatan aksesoris-aksesoris tersebut. Maka dari itu, sekarang ini aksesoris fashion seperti sabuk atau ikat pinggang tidak perlu di braso. Apakah bisa? Bisa saja. Meskipun tetap menggunakan kuningan asli,