Sunday, 23 April 2017

Mengenal Sabuk TNI Atau Ikat Pinggang PDH Tentara

Dalam penggunaan seragam pakaian dinas lapangan, anggota TNI menggunakan sabuk PDH sebagai kelengkapan seragamnya. Ikat pinggang yang berwarna hitam ini menggunakan sabuk yang terbuat dari webing dengan kepala sabuk yang terbuat dari logam. Webing pada sabuk ini terbuat dar benang yang di tenun sedemikian rupa dengan mesin tenun sehingga tidak mudah terurai atau terlepas. Penggunaan webing untuk sabuk ini juga dipakai untuk sabuk polisi di Kepolisan Republik Indonesia.



Sedangkan kepala atau yang di kenal dengan bangkol ini terbuat dari logam. Biasanya, kepala sabuk ini di buat dari kuningan atau besi sebagai bahan utamanya. Logam tersebut juga di cetak dengan mesin press khusus sehingga logo bisa muncul dan terlihat bagus. Penggunaan besi atau kuningan biasanya di pilih sesuai dengan pesanan.  Sabuk TNI dengan kepala besi memang jauh lebih murah dari sabuk dengan kuningan. Namun, sabuk dengan besi tidak awet dan mudah berkarat karena memang hanya di buat dari plat besi yang di lapisi dengan cat yang sehingga sekilas memang nampak seperti kuningan.

Sedangkan untuk ikat pinggang PDH dengan kepala kuningan memang lebih mahal. Namun, sabuk dengan kuningan tidak akan berkarat dan awet serta tahan lama. Ikat pinggang dengan kuningan seperti inilah yang biasa di gunakan di anggota TNI untuk sabuk jatah. Sabuk jatah memang harus di buat dengan spesifikasi yang sudah di tentukan agar kualitasnya memang bagus.

Ada beberapa hal yang biasanya ada pada spektek dari sabuk yang akan di buat. Mulai dari jenis bahan webing, ketebalan kuningan, ketahanan bahan pada asam dan lain sebagainya. Semuanya memang lengkap dan memang sabuk nantinya harus tahan uji dan berkualitas.