Skip to main content

Mengenal Sabuk TNI Atau Ikat Pinggang PDH Tentara

Dalam penggunaan seragam pakaian dinas lapangan, anggota TNI menggunakan sabuk PDH sebagai kelengkapan seragamnya. Ikat pinggang yang berwarna hitam ini menggunakan sabuk yang terbuat dari webing dengan kepala sabuk yang terbuat dari logam. Webing pada sabuk ini terbuat dar benang yang di tenun sedemikian rupa dengan mesin tenun sehingga tidak mudah terurai atau terlepas. Penggunaan webing untuk sabuk ini juga dipakai untuk sabuk polisi di Kepolisan Republik Indonesia.



Sedangkan kepala atau yang di kenal dengan bangkol ini terbuat dari logam. Biasanya, kepala sabuk ini di buat dari kuningan atau besi sebagai bahan utamanya. Logam tersebut juga di cetak dengan mesin press khusus sehingga logo bisa muncul dan terlihat bagus. Penggunaan besi atau kuningan biasanya di pilih sesuai dengan pesanan.  Sabuk TNI dengan kepala besi memang jauh lebih murah dari sabuk dengan kuningan. Namun, sabuk dengan besi tidak awet dan mudah berkarat karena memang hanya di buat dari plat besi yang di lapisi dengan cat yang sehingga sekilas memang nampak seperti kuningan.

Sedangkan untuk ikat pinggang PDH dengan kepala kuningan memang lebih mahal. Namun, sabuk dengan kuningan tidak akan berkarat dan awet serta tahan lama. Ikat pinggang dengan kuningan seperti inilah yang biasa di gunakan di anggota TNI untuk sabuk jatah. Sabuk jatah memang harus di buat dengan spesifikasi yang sudah di tentukan agar kualitasnya memang bagus.

Ada beberapa hal yang biasanya ada pada spektek dari sabuk yang akan di buat. Mulai dari jenis bahan webing, ketebalan kuningan, ketahanan bahan pada asam dan lain sebagainya. Semuanya memang lengkap dan memang sabuk nantinya harus tahan uji dan berkualitas.

Comments

Popular posts from this blog

Produsen Sabuk

Hampir setiap instansi menggunakan seragam dalam bertugas sehari-harinya. Baik untuk sekolah, instansi kedinasan maupun kemiliteran menggunakan sabuk untuk kelengkapan seragamnya.  Bila Anda membutuhkan sabuk dalam jumlah banyak atau eceran, silahkan hubungi kami di 081 334 82 9393  untuk informasi lebih lanjut. Kami adalah produsen sabuk yang berpengalaman membuat aneka macam jenis sabuk atau yang biasa di sebut dengan gesper tersebut. Mulai dari sabuk TNI, Sabuk Polisi, Sabuk Linmas, Sabuk Tentara, Sabuk Sekolah, Sabuk Hansip yang mengunakan bahan logam sebagai bahan utama dari kepala sabuknya. Kepala sabuk dengan menggunakan alat press hidrolis dengan cetakan khusus sehingga hasil yang di dapat benar-benar presisi.  Begitupun dengan ujung sabuknya, logam yang di desain sedemikian rupa juga di sematkan agar tidak tajam dan mengenai penggunanya. Tali yang di gunakan menggunakan webing dari benang serat nylon yang di tenun dengan menggunakan mesin tenun khusus sehingga t

Seperti ini, Sabuk PDH Untuk TNI, Polisi, dan Kedinasan

Sabuk/ikat pinggang PDH merupakan salah satu dari atribut seragam PDH (Pakaian Dinas Harian) yang biasa dipakai pada hampir semua instansi baik pemerintahan seperti  POLRI, TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Pemda, Linmas/Hansip, Departemen Perhubungan,  Departemen Kehutanan, Kejaksaan dan lain-lain. Tidak hanya instansi pemerintah, instansi swasta pun menggunakan sabuk PDH ini dalam dinas sehari-hari, seperti security/satpam. SAbuk/ikat pinggang PDH ini berbeda dengan ikat pinggang PDL atau yang biasa disebut Kopel, baik dari ukuran sabuk/ikat pinggang, logam yang digunakan maupun modelnya, meskipun keduanya sama-sama menggunakan bahan nylon. Ukuran sabuk PDH lebih kecil daripada Kopel Rim, yaitu hanya selebar sekitar 3,1mm sedangkan pada kopel/ikat pinggang PDL berukuran sekitar 5,7mm. Sedangkan untuk panjang sabuk PDH yang biasa digunakan adalah sekitar 110cm-115cm. Untuk logam yang digunakan pada sabuk PDH juga berukuran lebih kecil daripada ikat pin

Kenapa sekarang sabuk kuningan tidak perlu di braso?

Kalau dulu, biar tetap mengkilap kepala sabuk dengan bahan kuningan harus rutin di braso agar tetap mengkilap. Jadi, bila ingin selalu kondisi mengkilap maka proses pembrasoan harus rutin juga di lakukan. Tak heran kalau mungkin seorang tentara akan sangat akrab dengan braso. Terlebih bila di bagian logo instansi yang cukup detail sehingga ada rongga-rongga yang cukup sulit untuk di braso. Bila proses pembrasoan tidak maksimal maka akan rongga-rongga tersebut akan terlihat tidak bersih karena cukup sulit untuk di jangkau oleh lap. Namun itu semua tentu sangat merepotkan. Akan ada waktu terbuang cukup banyak hanya untuk membraso perlengkapan kedinasan sepperti sabuk dan lain sebagainya. Apalagi yang aksesorisnya cukup banyak. Maka akan lebih banyak lagi wakatu yagn di butuhkan untuk perawatan aksesoris-aksesoris tersebut. Maka dari itu, sekarang ini aksesoris fashion seperti sabuk atau ikat pinggang tidak perlu di braso. Apakah bisa? Bisa saja. Meskipun tetap menggunakan kuningan asli,